Quote

Pilihan bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Chat


ShoutMix chat widget

Cita-cita...

Tuesday, July 28, 2009 - - 0 Comments

Sejak kecil setiap orang di dunia ini memiliki cita-cita, ada yang pengen jadi dokter, tentara, presiden, tukang insinyur (wah macam si doel aja hehehe…), perawat, pilot, ah pokoknya macem-macem deh, bahkan setiap anak kadang memiliki cita-cita yang banyak. Dan bahkan, serunya masing-masing anak kalo ngomongin soal cita-cita gak mau kalah dengan anak lainnya, selalu semuanya pengen jadi yang terbaik di antara lainnya..hehehe..
Mungkin bagi yang di tahun 90an masih anak-anak masih ingat dengan lagu dari Kak Ria Enes dengan boneka ‘Susan’-nya yang ceriwis itu menyanyikan lagu mengenai cita-cita. Untuk yang lupa-lupa ingat (kayak lagunya Kuburan nih…hehehe..) ini ada sepenggal lirik dari lagu yang berjudul Susan Punya Cita-Cita itu

Susan susan susan
Besok gede mau jadi apa
Aku kepingin pinter
Biar jadi dokter

Kalau kalau benar
Jadi dokter kamu mau apa
Mau suntik orang lewat
Jus jus jus

Nah dari lagu ini sepertinya mustahil bagi Susan untuk menjadi dokter karena ia cuma boneka, kecuali di dunia boneka barangkali, itupun kalo ada (halah kok jadi ngelantur….hehehe…).
Cita-cita dapat diartikan sebagai sesuatu yang diinginkan ataupun diimpikan. Cita-cita dapat disamakan dengan tujuan, atau sesuatu yang ingin dituju atau ingin diraih. Sewaktu masih kuliah dulu saya pernah mengikuti pelatihan tentang Pengembangan Diri, dan salah satu permainannya mungkin dapat mengilustrasikan bagaimana pentingnya cita-cita untuk dimiliki.
Nama permainannya barangkali Melempar Bola (hehehe asal….) , nah cara bermainnya sang trainer yang memegang bola dan dikelilingi oleh para peserta, lalu sang trainer memberikan bola kepada salah seorang peserta dan tugas peserta yang menerima bola terserah melemparkan kepada siapa saja pada peserta lainnya. Pada saat ini peserta yang memegang bola terlihat kebingungan melemparkannya kepada siapa, kadang para peserta terdiam beberapa saat untuk menentukan pada siapa bola akan dilemparkan. Selanjutnya aturannya diubah oleh trainer, dalam aturan yang baru ini para peserta akan melempar bola kepada peserta lainnya yang telah ditentukan oleh trainer. Pada saat ini aliran bola menjadi lebih cepat dibanding saat mengikuti aturan yang pertama tadi, setiap peserta dengan cepat dan mudah sewaktu melemparkan bola ke peserta lainnya yang telah ditunjuk oleh trainer.
Setelah permainan ini selesai trainer memberikan penjelasan tentang makna dari permainan yang baru saja dilakukan, secara sederhana dijelaskan bahwa orang yang memegang bola lalu ketika disuruh untuk melemparkannya kepada orang lain terserah kepada siapa bola akan dilemparkan akan kebingungan dan ragu-ragu untuk menentukan siapa yang akan menerima bola berikutnya. Oleh trainer hal ini dianalogikan sebagai orang yang hidup di dunia tidak memiliki cita-cita atau tujuan hidup, sehingga ia gamang atau bingung dalam menentukan arah hidupnya. Sedangkan setelah aturan diubah ketika telah ditentukan siapa yang akan menerima bola berikutnya, orang yang memegang bola lebih mudah dalam melemparkan bola. Dan hal ini dianalogikan sebagai orang yang telah memiliki cita-cita dan tujuan hidup sehingga ia menjadi lebih mdah dalam membuat langkah-langkah selanjutnya dalam menjalani hidup.
Nah barangkali dari permainan itu dapat diberikan gambaran secara sederhana betapa pentingnya untuk memiliki cita-cita, sehingga setiap orang dapat lebih fokus dalam menjalani kehidupan.

Bookmark and Share


Blog Widget by LinkWithin

This entry was posted on 6:14 PM and is filed under inspirasi . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Blog Widget by LinkWithin